KEGANASAN PADA TULANG
1. Definisi
Adalah pertumbuhan sel baru, abnormal, progresif, dimana
sel-sel tersebut tidak pernah menjadi dewasa. Dengan istilah lain yang sering digunakan “Tumor Tulang”,
yaitu pertumbuhan abnormal pada tulang yang bisa jinak atau ganas.
2. Macam-macam
bentuk neoplasma pada system musculoskeletal:
a. Tumor
osteogenik
b. Konrogenik
c. Fibrogenik
d. Rabdomiogenik
e. Tumor saraf
3. Tumor tulang
dibagi menjadi 3:
a. Tumor tulang
benigna
Tumor tulang benigna biasanya tumbuh lambat dan
berbatas-batas, gejalanya sedikit, dan tidak menyebabkan kematian. Tumor tulang
meliputi:
1) Kista tulang
Merupakan lesi yang invasive dalam tulang.
2) Osteokondroma
Biasanya terjadi sebagai tonjolan tulang besar pada ujung
tulang panjang (pada lutut/bahu)
3) Enkondroma
Merupakan tumor tulang yang sering pada karilago hialin
yang tumbuh di tangan, rusuk, femur, tibia, humerus/pelvis. Gejala satu-satunya
adalah linu yang ringan.
4) Osteoid
osteoma
Merupakan tumor nyeri yang terjadi pada anak-anak dan
dewasa muda.
5) Tumor sel
raksasa (osteoklastoma)
Tumor benigna selama beberapa waktu tetapi dapat
mengatasi jaringan local dan menyebabkan destruksi. Bersifat lunak dan
hemoragis.
b. Tumor tulang
maligna
Tumor musculoskeletal maligna primer tumbuh dari sel
jaringan ikat dan penyokong (sarcoma) atau dari elemen sum-sum tulang
(mieloma).tumor musculoskeletal maligna meliputi:
1) Osteosarkoma
Tumor tulang ini yang paling sering dan fatal. Ditandai dengan metastatis
hematogen awal ke paru.dan menyebabkan mortalitas tinggi.
2) Kondrosarkoma
(tumor maligna primer kartilago hialin)
Tempat tumor ini sering pada pelvis, rusuk, femur, humerus, vertebra, scapula
dan tibia
3) Sarkoma Ewing
4) Fibrosarkoma
Sarcoma jaringan lunak
5) Lipo sarcoma
6) Fibro sarcoma
jaringan lunak
7) Rabdomiosarkoma
c. Kanker tulang
metastatik
Tumor yang muncul dari jaringan tubuh mana saja mengatasi
tulang dan menyebabkan destruksi tulang local. Tumor yang bermetastatis
ketulang paling sering adalah karsinoma ginjal, prostate, paru, payudara,
ovarium, dan tiroid. Dan sering menyerang kranium, vertebra, velvis, vemur dan
humerus.
Pada kanker tulang metastatis ke payudara, paru dan
ginjal terjadi hiperkalsemia dengan gejala kelemahan otot, keletihan, anorexia,
mual, muntah, poliuria, disritmia jantung, kejang dan koma.
4. Patofisiologi
Adanya tumor di tulang -- reaksi tulang normal dengan
respon osteolitik (destruksi tulang) atau respon osteoblastik (pembentukan
tulang).
Keganasan sel pada mulanya berlokasi pada sumsum tulang
(myeloma) dari jaringan sel tulang (sarkoma) atau tumor tulang (carsinomas).
Pada tahap selanjutnya sel-sel tulang akan berada pada nodul-nodul limpa, hati
limfe dan ginjal. Akibat adanya pengaruh aktivitas hematopoetik sumsum tulang
yang cepat pada tulang, sel-sel plasma yang belum matang / tidak matang akan
terus membelah. Akhirnya terjadi penambahan jumlah sel yang tidak terkontrol
lagi.
Osteogeniksarcoma sering terdapat pada pria usia 10-25
tahun, terutama pada pasien yang menderita penyakit paget’s. hal ini dimanifestasikan
dengan nyeri bengkak, terbatasnya pergerakan serta menurunnya berat badan.
Gejala nyeri pada punggung bawah merupakan gejala yang khas, hal ini disebabkan
karena adanya penekanan pada vertebra oleh fraktur tulang patologik. Anemia
dapat terjadi akibat adanya penempatan sel-sel neoplasma. Pada sumsum tulang
hal ini menyebabkan terjadinya hiperkalsemia, hiperkalsuria dan hiperurisemia
selama adanya kerusakan tulang. Sel-sel plasma ganas akan membentuk sejumlah
immunoglobulin / bence jones protein abnormal. Hal ini dapat dideteksi dalam
serum urin dengan teknik immunoelektrophoesis.
Gejala gagal ginjal dapat terjadi selama presitipasi
immunoglobulin dalam tubulus (pada pyelonephritis), hiperkalsemia, peningkatan
asam urat, infiltrasi ginjal oleh plasma sel (myeloma ginjal) dan thrombosis
pada pena ginjal.
Kecederungan patologik perdarahan merupakan ciri-ciri
myeloma dengan dua alasan utama, yaitu :
a. Penurunan
platelet (thrombositopenia) selama adanya kerusakan megakaryosit, yang
merupakan sel-sel induk dalam sel-sel tulang.
b. Tidak
berfungsinya platelets, microglobin menghalangi elemen-elemen dan turut serta
dalam fungsi hemostatik.
5. Manifestasi
klinis
a. Nyeri
b. Kecacatan
c. Adanya
pertumbuhan yang jelas
d. Kehilangan BB
e. Malaise
f.
Demam
6. Evaluasi
diagnostic
Pemeriksaan fisik, CT, pemindaian tulang, mielogram,
arteriografi, MRI, biopsy, dan essai biokimia darah dan urine, dan foto sinar-x
(untuk menentukan adanya metastatis paru).
7. Penatalaksanaan
a. Eksisi bedah
Komplikasi yang mungkin muncul dari eksisi bedah termasuk
infeksi, dislokasi prostesis, non union allograft, fraktur, devetalisasi kulit
dan jaringan lunak, fibrosis sendi dan kekambuhan tumor.
b. Radiasi
8. Proses
keperawatan
a. Pengkajian
1) Catat
pemahaman pasien mengenai proses penyakit
2) Tanyakan pada
pasien dan keluarga bagaimana cara mengatasi masalah
3) Tanyakan pada
pasien bagaimana mengatasi nyeri
b. Pemeriksaan
fisik
1) Palpasi
ukuran dan pembengkakan jaringan lunak
2) Kaji nyeri
tekan
3) Kaji status
neurovascular
4) Kaji
mobilitas dan kemampuan melakukan activities
c. Diagnosa
keperawatan
1) Nyeri b/d
proses patologik dan pembedahan
2) Kurang
pengetahuan mengenai proses penyakit dan program therapeutic
3) Resiko
terhadap cedera fraktur patologik b/d tumor
4) Koping tidak
efektif b/d rasa takut tentang ketidaktahuan, persepsi tentang proses
Penyakit dan system pendukung yang tidak adekuat
5) gg. harga
diri b/d hilangnya bagian tubuh/perubahan kinerja peran
d. Komplikasi
potensial yang dapat timbul
1) penyembuhan
luka lambat
2) defesiensi
luka lambat
3) infeksi
e. Intervensi
1) Pengontrolan
nyeri dengan teknik psikologik dan farmakologik
2) Berikan HE
mengenai proses penyakit dan program terapi
3) Sangga tulang
yang sakit dan pembatasan BB
4) Dorong klien
untuk mengungkapkan rasa takut, keprihatinan, dan perasaan mereka.
5) Berikan
motivasi, dorong kepercayaan diri, pengembalian konsep diri, dan perasaan dapat
mengontrol hidupnya sendiri.
f.
Menangani komplikasi potensial
1) Tekanan pada
daerah luka harus diminimalkan, ubah posisi pasien sesering
mungkin, tempat tidur teurapetik
2) Berikan
nutrisi yang memadai, kolaborasi anti emetika dan teknik relaksasi
3) Kolaborasi
antibiotic profilaksis dan teknik balutan aseptic, hindari infeksi lain
Tumor tulang ini yang paling sering dan fatal. Ditandai dengan metastatis hematogen awal ke paru.dan menyebabkan mortalitas tinggi.
Tempat tumor ini sering pada pelvis, rusuk, femur, humerus, vertebra, scapula dan tibia
Sarcoma jaringan lunak
Penyakit dan system pendukung yang tidak adekuat
mungkin, tempat tidur teurapetik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar